Menyikapi Krisis Multidimensi
(Oleh Faisol)*
Krisis Multidimensi. Zona dan momen-momen kritis inilah yang sedang kita jalani dan kita rasakan akhir-akhir ini. Betapa tidak? Coba kita perhatikan secara jeli situasi dan kondisi negara kita. Coba kita cermati pradigma dan sikap tokoh-tokoh publik figur kita. Coba kita hayati konflik-konflik agama, sosial, ekonomi dan kemanusiaan yang sedang melanda bangsa tercinta ini! Sungguh cukup darastis dan fenomenal bukan?
Tentunya tidak bisa kita ingkari penyalahgunaan tugas dan wewenang yang terjadi di berbagai ranah birokrasi di negara ini, ataupun pro dan kontra akan kebijakan yang diambil pemerintah. Semuanya seolah-olah menjadi indikasi jelas bahwa betapa multikompleks dan seriusnya problema yang dihadapi bangsa Indonesia.
Syaikh Muhammad ibn Abubakar
Senin, 12 April 2010
Sabtu, 03 April 2010
Menjadi Mahasiswa Idealis (Opini)
Menjadi Mahasiswa Idealis
(Oleh: Faisol)*
Menjadi mahasiswa idealis adalah dambaan. Karena memang secara fitrahnya, manusia mempunyai tabiat bawaan untuk mencintai sesuatu yang perfect atau sempurna. Seorang mahasiswa sangat mengidamkan agar nilai IP/IPK-nya tinggi. Seorang mahasiswa akan merasakan kepuasan batin tersendiri jika tetap bisa mempertahankan citra keindependenannya di tengah godaan paham pragmatis yang mulai menjamur. Untuk sementara, sampai di sini kita akan sampai pada suatu kesimpulan bahwa manusia akan bangga jika bisa melakukan yang terbaik.
(Oleh: Faisol)*
Menjadi mahasiswa idealis adalah dambaan. Karena memang secara fitrahnya, manusia mempunyai tabiat bawaan untuk mencintai sesuatu yang perfect atau sempurna. Seorang mahasiswa sangat mengidamkan agar nilai IP/IPK-nya tinggi. Seorang mahasiswa akan merasakan kepuasan batin tersendiri jika tetap bisa mempertahankan citra keindependenannya di tengah godaan paham pragmatis yang mulai menjamur. Untuk sementara, sampai di sini kita akan sampai pada suatu kesimpulan bahwa manusia akan bangga jika bisa melakukan yang terbaik.
Tafsir QS. Ali Imran ayat 14
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.
(QS. Ali Imran: 14)
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, sesuatu yang diingingan oleh nafsu dan nafsu juga mengajak manusia untuk menghiasi kemauannya itu terhadap Allah sebgai cobaan atau di tangan setan. yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak yang bertumpuk-tumpuk dari jenis emas, perak, kuda pilihan yang bagus-bagus, binatang-binatang ternak berupa unta, lembu, kambing dan biri-biri dan sawah ladang. Itulah yang telah disebutkan kesenangan hidup di dunia, yang dijadikan senang-senang yang kemudian akan rusak atau fana’ dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik, yaitu surga. Dianjurkan untuk mengharapkan surga, bukan selainnya.
(QS. Ali Imran: 14)
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, sesuatu yang diingingan oleh nafsu dan nafsu juga mengajak manusia untuk menghiasi kemauannya itu terhadap Allah sebgai cobaan atau di tangan setan. yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak yang bertumpuk-tumpuk dari jenis emas, perak, kuda pilihan yang bagus-bagus, binatang-binatang ternak berupa unta, lembu, kambing dan biri-biri dan sawah ladang. Itulah yang telah disebutkan kesenangan hidup di dunia, yang dijadikan senang-senang yang kemudian akan rusak atau fana’ dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik, yaitu surga. Dianjurkan untuk mengharapkan surga, bukan selainnya.
Langganan:
Postingan (Atom)